Oleh: mohammadafandi | Maret 18, 2009

Antara Ponari & Po’nori

Fantasi

Fantasi

Dalam beberapa hari ini kita seakan dikejutkan oleh berita sensasional, yang seakan menutupi hiruk pikuk sosialisasi menjelang Pemilu 2009, betapa tidak seorang anak kecil yang sebutlah “Putra Petir” karena tatkala orang lain menghindari petir, justeru Ponari “Gundala” malah ketiban rejeki oleh Petir.

Kenapa dengan Po’nori, karena keduanya ada kemiripan, Ponari dengan kejutan terapi obat dari Batu petirnya yang konon kabarnya menyembuhkan penyakit dan Po’nori dengan kejutan suaranya yang melengking menyembuhkan orang yang bermuram durja dengan lawakannya.

Keduanya seakan mewakili sosok yang dibutuhkan masyarakat kita sekarang ini, meski dengan dimensi yang berbeda. Ponari dengan sosok “batu petir” sebagai jawaban atas persoalan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks dan po’nori sebagai sosok penghibur atas duka lara terhadap persoalan ekonomi yang semakin terpuruk bagi masyarakat lapis dasar.

Ini menggambarkan betapa mayoritas masyarakat kita lebih melihat keduanya sebagai solusi dibanding mengharapkan program program pemerintah yang terkesan lambat dalam menjangkau mereka, terlebih lagi menunggu janji- janji politik para “caleg”.

Dengan kondisi seperti ini maka menghentikan praktek ponari tanpa solusi terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat adalah sebuah tindakan yang akan semakin membuat masyarakat akan terus mencari solusi sendiri, membiarkan hal ini terus berlangsung juga akan membahayakan aqidah karena orang akan lebih percaya pada kemampuan “batu petir” dibanding kebesaran Allah, SWT.

Sebagai bahan renungan akan kemampuan “Batupetir” dalam menyembuhkan penyakit yang agak meragukan bisa dilihat dari :

  • Beberapa pasien yang datang untuk kedua kali dan sempat meminum air tersebut belum memperoleh kemajuan terhadap proses penyembuhan penyakitnya
  • Orang tua ponari sendiri karena kelelahan atau pikiran, mengalami sakit dan anehnya justeru mendapatkan perawatan dari tenaga medis, seandainya manjur tentunya orang pertama yang akan meminum air tersebut adalah orang terdekat ponari.

Namun ini hanyalah bahan renungan, semuanya akan kembali kepada masyarakat yang menilai sejauh mana kebenaran dari kemampuan “ponari” dengan batu petirnya, semoga ini hanya merupakan “Peringatan” kepada pemerintah bahwa masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Dan akhirnya lengkingan suara petir Po’nori menyadarkan kita akan sebuah dunia yang lain, dunia dimana duka lara ditinggalkan, dunia dimana hanya ada tawa, dunia yang selalu ceria dunia yang mestinya penuh dengan canda……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: